Kenapa ada tanya ya? Berasa banget ada yang beda. Yang diceritain sama yang di depan mata gak ada sama sama nya perasaan. Apa sebenarnya memang dibuat seakan sama? lalu untuk apa?
Tadinya semua keragu-raguan ini kurasa sudah hilang dan menjauh. Tapi apa lagi ini namanya kalau bukan ragu untuk percaya semuanya?
Belum lagi beberapa tanya numpuk di kepala dan belum terjawab, sekarang sudah ditimbun lagi dengan semua ragu dan tanya lain.
Aku harus mengatur tarikan nafas dengan sangat baik untuk meyakinkan semuanya memang seperti yang aku tau dan dengar. Tapi lama sekali untuk meyakinkan hati dan berdamai dengan mata untuk semua yang dilihatnya.
Harus belajar lebih peka untuk melihat dari banyak sisi lalu melibatkan hati dan pikiran dengan sangat baik untuk membaca semuanya, menelaah satu per satu apa yang ada di depan mata dan yang dirasa.
pertanyaanya adalah, why do you let me do that?
Kenapa harus begitu untuk membawanya menjadi terkesan baik di depanku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar